• taking the leap


  •   
  • FileName: Annual Report PT Bank Swadesi Tbk 2008 (Full New).pdf [preview-online]
    • Abstract: Dasar atau sebagaimana ditetapkan dari waktu ke waktu ... 2. Pemantauan dan pengevaluasian atas perencanaan. dan pelaksanaan audit serta pemantauan atas tindak. lanjut hasil audit. Berkaitan dengan pelaksanaan tugas SKAI, dari ...

Download the ebook

2008 Annual Report
taking the leap
Daftar Isi - Contents
Sekilas Bank Swadesi - Bank Swadesi at a Glance 2
Laporan Komisaris - Report from Commissioner 4
Laporan Manajemen - Management Report 6
Visi dan Misi - Vision and Mission 8
Ikhtisar Keuangan - Financial Highlights 9
Tata Kelola Perusahaan - Corporate Governance 10
Produk dan Layanan - Products and Services 24
Teknologi Informasi - Information Technology 25
Sumber Daya Manusia - Human Resources 26
Tanggung Jawab Sosial - Social Responsibility 27
Nilai - nilai Perusahaan - The Company Value 28
Manajemen Resiko - Risk Management 29
Rencana Kedepan - Future Plan 32
Tinjauan Keuangan - Business Review 33
Daftar Riwayat Hidup - Curriculum Vitae 39
Tim Manajemen - Management Team 42
Struktur Organisasi - Organization Structure 43
Tambahan - Addition 44
Laporan Auditor Independen - Independent Auditor’s Report 48
Sekilas Bank Swadesi - Bank Swadesi at a Glance
Bank Swadesi berdiri di Surabaya tahun 1968 sebagai Bank Swadesi was established in Surabaya in the year
bank pasar dengan nama Bank Pasar Swadesi. Tahun 1968 as a rural bank called Bank Pasar Swadesi. In 1984,
1984, kepemilikan bank diambil alih oleh Keluarga the ownership of the bank was taken over by the Chugani
Chugani. Kemudian sejalan dengan deregulasi pemerintah family. Further, in line with the government deregulation
dibidang perbankan melalui 'Pakto 88', pada tahun 1989 in banking through 'Pakto 88', in the year 1989 Bank
Bank Swadesi meningkatkan statusnya dari bank pasar Swadesi upgraded its status from a rural bank into a
menjadi bank umum dan tahun 1994 menjadi bank devisa. commercial bank and in 1994 it became a Foreign
Dalam upaya pengembangan usaha dan sekaligus Exchange Bank. In the effort of business development
mendekatkan diri pada sentra bisnis nasional, tahun 1995 and also to get closer to the national business centre,
Kantor Pusat dipidahkan dari Surabaya ke Jakarta. in 1995 the Head Office was moved from Surabaya to
Jakarta.
Konsistensi dan komitmen untuk terus berkembang dengan Consistency and commitment to keep developing while
tetap berpedoman pada praktek perbankan yang sehat still based on healthy and prudential banking principles
dan prinsip kehati-hatian telah mengantar keberhasilan has delivered the success of Bank Swadesi in surpassing
Bank Swadesi melewati masa-masa sulit ditengah krisis hardships amidst multi dimentional crisis that swarmed
multi dimensi yang melanda Indonesia pada tahun 1997- Indonesia in the year 1997-1998. Pursuant to the
1998. Berdasarkan hasil due delligent yang dilakukan independent due diligence, Bank Swadesi was classified
oleh pihak independen, Bank Swadesi termasuk dalam as a category 'A' bank and prone to the recapitalization
kategori bank "A" sehingga tidak perlu masuk dalam program.
program rekapitalisasi.
Sebagai antisipasi terhadap perkembangan perbankan As an anticipation of banking development especially in
khususnya dalam aspek permodalan, pada tahun 2002 capitalisation aspect, in the year 2002 Bank Swadesi
Bank Swadesi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek listed its shares in Jakarta Stock Exchange and was listed
Jakarta dan tercatat sebagai lembaga perbankan ke-22 as the 22n banking institution that is 'go-public'. In line
yang "go public". Sejalan dengan program kegiatan with the Indonesian Banking Architecture (API )Program,
Arsitektur Perbankan Indonesia (API), Bank Swadesi telah Bank Swadesi has accomplished the criteria as Focus
memenuhi kriteria sebagai Bank Fokus dengan modal Bank with minimum capital of IDR 100 billion. With a
minimal Rp 100 miliar. Dengan kondisi permodalan yang sufficient capitalization, it will give a competitive
cukup akan memberikan keunggulan kompetitif bagi Bank advantage for Bank Swadesi.
Swadesi.
Sampai dengan akhir Desember 2008, jaringan operasional Until the end of December 2008, the operational network
Bank Swadesi terdiri dari 4 Kantor Cabang, 5 Kantor of Bank Swadesi consists of 4 Branch Office, 5 Sub-branch
Cabang Pembantu, 5 Kantor Kas dan 1 unit mobil kas Office, 5 Cash Points, and 1 unit of mobile cash car,
keliling, ditambah Cabang Denpasar yang telah dibuka added by Denpasar Branch which was opened in February
secara resmi bulan Februari 2009. Sesuai dengan visi dan 2009 According to the vision and mission, Bank Swadesi
misi, Bank Swadesi memiliki komitmen untuk memberikan has a commitment to provide the best services to public
pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dan penerapan and sufficient implementation of Good Corporate
tata kelola (Good Corporate Governance) yang memadai. Governance.
Untuk memperkuat posisinya pada peta perbankan To strengthen its position in Indonesian and also
nasional maupun internasional, pada tanggal 22 Juni international banking business, on 22nd June 2007 Bank
2007 Bank Swadesi telah menjalin aliansi strategis dengan Swadesi has made strategic alliance with Bank of India,
Bank of India berupa pengambilalihan saham sebanyak in the form of acquiring 235,600,000 shares representing
235.600.000 lembar saham atau 76% dari keseluruhan 76% of total capital of Bank Swadesi. Therefore, Bank
saham Bank Swadesi. Dengan demikian Bank of India of India officially became the majority shareholder and
menjadi pemegang saham mayoritas dan mengambil alih took over controll of Bank Swadesi.
pengendalian Bank Swadesi.
Sebagai salah satu komitmen dari Bank Of India untuk As a commitment from Bank of India to increase the
meningkatkan struktur permodalan, maka pada tanggal capital structure, on 26 June 2008 an Extraordinary
26 Juni 2008 telah diadakan RUPS luar biasa yang General Meeting was held which approved Limited
menyetujui penawaran Terbatas I dalam Rangka Memesan Offering I due to pre-emptive rights for 558 million
Efek Terlebih Dahulu sebanyak 558 juta saham biasa atas common stock with a nominal value of IDR 139,5 billion.
nama sehingga seluruhnya berjumlah Rp 139,5 Milyar. The Limited Offering I did not change the share
Penawaran Terbatas I tersebut tidak merubah komposisi composition of Bank of India at 76%.
saham Bank of India yaitu tetap 76%.
PT Bank Swadesi Tbk.
2 L a p o r a n Ta h u n a n 2008 A n n u a l R e p o r t
Dengan dukungan Bank of India, diharapkan Bank Swadesi With the support from Bank of India, Bank Swadesi is
dapat membangun fondasi yang kokoh untuk memperoleh expected to establish a strong foundation to give best
kinerja yang terbaik dengan pertumbuhan berkelanjutan performance by continuous growth through transfer of
melalui alih pengetahuan dan teknologi dan peningkatan knowledge and technology and capital increase. Bank of
modal. Bank of India merupakan salah satu bank tertua India is one of the oldest bank and has been established
di India dan telah berusia lebih dari 102 tahun dan for more than 102 years, has 28 overseas branches
memiliki 28 kantor cabang (termasuk kantor perwakilan) (include representative offices) viz USA, United Kingdom,
diluar negeri yang meliputi USA, United Kingdom, Channel Channel Islands, France, Kenya, Singapore, Indonesia,
Islands, France, Kenya, Singapore, Indonesia, Hongkong, Hong Kong, West Indies, Japan, China, Vietnam, South
West Indies, Japan, China, Vietnam, South Africa, New Africa, New Zealand and has 2.934 branches in India.
Zeland serta memiliki 2.934 Cabang di India.
Kantor Pusat Bank Swadesi, Jakarta dan Kantor Pusat Bank of India, Mumbai/Bank Swadesi’s Head Office, Jakarta and Bank of India’s Head Office, Mumbai
PT Bank Swadesi Tbk.
L a p o r a n Ta h u n a n 2008 A n n u a l R e p o r t
3
Visi & Misi - Vision & Mission
Visi / Vision
Menjadi salah satu bank fokus terbaik di Indonesia
To be one of the best Indonesian banks under “focus bank” category
Misi / Mission
Menjalankan usaha retail banking yang memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat untuk
meningkatkan stakeholder value dengan berpedoman pada prinsip Good Corporate Governance
Performing retail banking business with optimum service to the community
to increase stakeholders value with full compliance to Good Corporate Governance Principles
PT Bank Swadesi Tbk.
4 L a p o r a n Ta h u n a n 2008 A n n u a l R e p o r t
Laporan Komisaris - Commissioners Report
Leland Gerrits Rompas
Komisaris/Commissioner
Tahun 2008 menjadi tahun penuh goncangan dalam The year 2008 remained to be the year of turbulence in
perekonomian nasional, yang berakibat dari penurunan the macroeconomic front arising out of domestic
ekonomi domestik sebagai dampak perekonomian global economic slow down triggered by the impact of the
yang melemah dan suram akibat resesi dan harga-harga darkness and weakening of global economy due to
komoditas internasional yang menurun. Tekanan inflasi recession and falling international commodity prices.
pada ekonomi terus meningkat dari 7.36% di bulan Januari The inflationary pressure on the economy continued to
2008 menjadi 11.06% di bulan Desember 2008 (YOY). rise from 7.36% in January 2008 to 11.06% in December
Tekanan inflasi mencapai puncaknya di bulan Oktober 2008 (YOY). The inflationary pressure was at its peak
2008 lalu mulai menurun di bulan November 2008 karena in October 2008 and then started to fall in Nov 2008
menurunnya harga barang komoditas dan harga-harga due to fall in commodity prices and lower prices for
yang lebih rendah untuk minyak, demikian juga dengan cooking oil, in line with falling Crude Palm Oil (CPO)
harga Crude Palm Oil (CPO). Krisis keuangan yang melanda prices. The persistent instability on global financial
pasar keuangan global dan resiko yang semakin bertambah market and growing risk aversion towards emerging
pada investasi portfolio menyebabkan kekhawatiran market assets by the foreign investors during November
investor asing. Oleh karena itu, pada bulan November 2008 led to significant depreciation in the rupiah i.e.
2008 rupiah terdepresiasi secara signifikan yaitu 13.8% 13.8% against dollar which higher than 6.5%in the previous
terhadap dollar yang lebih tinggi dari 6.5% di bulan month. The worry among the market makers lead the
sebelumnya. Kepesimisan diantara pelaku pasar membuat global investors moved out their funds from emerging
investor global menarik dana mereka dari portfolio saham. market assets to the safe hands of US Treasuries in order
Bank-bank investasi besar di Amerika berada di ambang to avert risk. The big investment Banks in USA are on
kehancuran karena investasinya dalam aktiva yang buruk the verge of collapse in view of huge investment in toxic
(toxic assets). Hal ini juga berdampak pada bank-bank assets. This also affected the famous banks and big
ternama dan perusahaan besar Amerika, Eropa dan companies in America, Europe and other developed
negara-negara maju lainnya hampir di seluruh dunia. countries almost in the whole world.
Meski dengan keadaan yang demikian, pertumbuhan Despite all the odds, the economic growth for the year
ekonomi pada tahun 2008 tercatat 6.1%. Cadangan devisa 2008 was recorded at 6.1%. The foreign exchange reserve
mencapai USD 50.5 milyar pada akhir Desember 2008. reached $50.5 Bn at the end of December 2008.The
Persediaan uang tumbuh dengan kecepatan yang lebih money supply grew at a slower rate i.e. M1 byn 13.6%
lamban, yaitu M1 pada 13.6% dan M2 pada 12.3% pada and M2 by 12.3% in November 2008 below the last 7
November 2008 di bawah rata-rata 7 tahun terakhir. BI years average. BI reduced the Reserve Requirement to
menurunkan Reserve Requirement menjadi 5% untuk 5% for IDR and 1% for Foreign currency.
Rupiah dan 1% untuk mata uang asing (USD).
Dari sisi kinerja dengan bimbingan dan dukungan dari From the performance side with able guidance and
Bank of India sebagai pemegang saham mayoritas dan support of Bank of India as the majority shareholder
pemegang saham utama lainnya, Bank Swadesi terus and other shareholders, Bank Swadesi marched ahead
berkembang dengan pertumbuhan kredit yang kuat yaitu with robust credit growth of 41% over the year 2007.The
41% pada tahun 2008. Rasio LDR membaik dari 62,16% LDR ratio improved form 62.16% to 83.11% in 2008. The
menjadi 83,11% pada tahun 2008. ROA meningkat dari ROA shore up to 2.53% from 1.17%. NIM rise from 3.72%
1,17% menjadi 2,53%. NIM meningkat dari 3,72% menjadi to 5.44% and ROE up from 7.4% to 10.48%. These financial
5,44% dan ROE meningkat dari 7,4% menjadi 10,48%, indicators reflect the sound financial position of Bank
Indikator keuangan ini merefleksikan posisi keuangan Swadesi compared to the previous year. That is most
Bank Swadesi yang sehat dibandingkan dengan tahun possibly due to the significant capital addition in the
sebelumnya. Hal tersebut terutama dimungkinkan karena middle of the year and the availability of a big
adanya penambahan modal yang cukup signifikan pada opportunity to do credit distribution expansion.
pertengahan tahun serta terdapatnya suatu peluang yang
besar untuk melakukan ekspansi penyaluran kredit.
Bank Swadesi berkomitmen untuk mencapai standar yang Bank Swadesi is committed to achieve a high standard
tinggi dari tata kelola perusahaan dengan cara praktek- of corporate governance by way of ethical practices in
praktek yang etis dalam melaksanakan bisnis, peningkatan the conduct of business, enhancement in shareholders
shareholders value, standard pengungkapan yang tinggi value, high disclosure in standards and transparency.
dan transparansi.
PT Bank Swadesi Tbk.
L a p o r a n Ta h u n a n 2008 A n n u a l R e p o r t
5
Sejalan dengan itu, praktek-praktek yang sehat dan untuk In line with best practices and to ensure that the "Good
memastikan bahwa prinsip tata kelola perusahaan yang Corporate Governance" principles are meticulously
baik (Good Corporate Governance) dilaksanakan dengan followed, the Board of Commissioners helped by various
benar, Dewan Komisaris dengan dibantu beberapa komite, committees, such as risk management committee,
seperti Komite Pemantau Risiko, Komite Remunerasi dan Remuneration and Nomination Committee and Audit
Nominasi, dan Komite Audit yang memberikan pendapat, Committee who in turn submit their inputs, views and
masukan, dan rekomendasinya secara bergiliran kepada recommendations to the Board of Commissioners on
Dewan Komisaris mengenai berbagai isu seperti various issues such as risk management, internal
manajemen risiko, sistem pengawasan internal, penilaian supervisory system, evaluation of performance of
kinerja direksi, kebijakan remunerasi untuk Dewan Direksi directors, remuneration policy for board of Directors
dan karyawan sejalan dengan kinerja bank dan bunga and employees in line with bank's performance and stake
stakeholder, sistem pengendalian internal, sistem dan holders' interest, internal controlling system, systems
prosedur, kepatuhan terhadap peraturan dan reputasi and procedures, compliance of rules and reputation
secara periodik. Manajemen telah memformulasikan dan periodically. The management has formulated and
mengimplementasikan pedoman operasi dan prosedur implemented the standard operating procedures to
untuk memastikan bahwa Bank Swadesi telah menjalankan ensure that Bank Swadesi has established and complied
dan mematuhi prinsip GCG secara keseluruhan. with the GCG principles in totality.
Sekalipun memasuki tahun 2009, yang dianggap sebagai Even entering the year 2009, which can be considered
tahun yang sulit mengingat krisis keuangan global as a difficult year in view of global financial crisis which
berdampak pada penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi led to the down turn in the growth of economy which
yang juga mempengaruhi Indonesia. Namun dengan affects Indonesia as well. But with the targeted economic
pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan dari 4,5%, tingkat growth of 4.5%, inflation rate was 6.5% and credit growth
inflasi dari 6,5% dan pertumbuhan kredit dari 15% menjadi of 15 to 20%, the Board of Commissioners is confident
20%, Dewan Komisaris yakin bahwa Bank Swadesi akan that Bank Swadesi will remain dynamic with moderate
tetap dinamis dengan pertumbuhan yang cukup dengan growth by implementing the policies for identification,
mengimplementasikan kebijakan untuk identifikasi, measurement, monitoring and control of risks, borrowers
pengukuran, pengawasan, dan kontrol terhadap risiko, segmentation for diversification of risk, containment
segmentasi peminjam untuk diversifikasi risiko, penurunan of slippage and effective recovery in NPL and written
yang dapat ditahan dan perbaikan efektif dari NPL dan off accounts.
akun yang dihapusbukukan.
Pada akhirnya, Dewan Komisaris mengucapkan terima At last, the Board of Commissioners thanks all the
kasih kepada para pemegang saham sekaligus shareholders and also hopes for their continued
mengharapkan dukungan yang tiada henti. Kami juga patronage. Also, we sincerely thank all the customers
mengucapkan terima kasih dengan tulus kepada seluruh and clients for their endless support. The Board also
nasabah dan kliennya untuk dukungan yang tiada henti. expresses its deep sense of appreciation to the Board
Dewan Komisaris juga menyampaikan apresiasi yang of Directors and to all employees of the Bank for their
dalam kepada Dewan Direksi dan seluruh karyawan bank strong work ethic, excellent performance, team work,
untuk budaya kerja yang kuat, kinerja yang baik, initiative and commitment which has led the Bank to
teamwork, inisiatif dan komitmen yang membawa bank such greater height. The BOC also confident that with
ini kepada posisi seperti sekarang ini. Dewan Komisaris the continued support from all concerned, Bank Swadesi
juga yakin bahwa dengan dukungan terus menerus dari will continue to grow to the highest level in coming
semua pihak, Bank Swadesi akan terus berkembang years.
kepada tingkat yang paling baik di tahun-tahun yang
akan datang.
LELAND GERRITS ROMPAS
Komisaris/Commissioner
PT Bank Swadesi Tbk.
6 L a p o r a n Ta h u n a n 2008 A n n u a l R e p o r t
Ikhtisar Keuangan - Financial Abstraction
Dalam jutaan Rupiah/in million Rupiah
Keterangan 2008 2007 2006 2005 2004 Description
Neraca Balance Sheet
Total Aset 1.359.880 1.167.744 972.475 925.671 828.734 Total Assets
Kredit – Gross 875.830 621.433 457.774 443.442 382.990 Loans – net
Kredit – Bersih 860.910 605.183 440.789 427.870 362.973 Loans – gross
PPA 21.093 17.473 17.972 16.776 20.333 Allowance for Possible Losses
Simpanan: 1.053.812 999.724 834.048 801.015 707.752 Deposits:
Giro 116.090 114.043 66.720 83.679 82.148 Current Account
Tabungan 78.099 89.337 77.790 70.975 78.482 Saving Account
Deposito Berjangka 859.623 796.344 689.538 646.362 547.123 Time Deposits
Ekuitas 282.673 124.653 116.167 111.925 103.586 Equity
Laporan Laba Rugi Income Statement
Pendapatan Bunga 126.819 104.458 115.519 86.116 68.740 Interest Revenues
Beban Bunga 69.460 68.942 80.048 50.896 33.896 Interest Expenses
Laba Sebelum Pajak 30.197 12.361 11.751 17.190 16.192 Income Before Tax
Laba Bersih 19.221 8.486 8.272 11.748 11.336 Net Income
Laba per Saham 32 27 27 38 37 Earnings per Share
Deviden Tunai - - 4.030 3.410 3.410 Cash Devidend
Deviden per Saham - - 13 11 11 Devidend per Share
Rasio Keuangan Utama Main Financial Ratio
Laba Bersih terhadap Aktiva Rata-rata (ROA) 2,53% 1,17% 1,28% 2,06% 2,34% Return On Assets (ROA)
Laba Bersih terhadap Modal Rata-rata (ROE) 10,48% 7,40% 7,76% 11,69% 12,09% Return On Equity (ROE)
Devidend Payout Ratio (DPR) - - 34,30% 30,08% 33,88% Devidend Payout Ratio (DPR)
Kredit terhadap Dana Pihak Ketiga (LDR) 83,11% 62,16% 54,89% 55,36% 54,11% Loans to Deposit Ratio (LDR)
Kecukupan Modal (CAR) 33,27% 20,66% 26,55% 24,06% 25,95% Capital Adequacy Ratio (CAR)
Aktiva Produktif Diklasifikasikan terhadap Ratio of Non Performing Earning Assets
Aktiva Produktif 2,63% 1,04% 1,14% 1,71% 1,29% to Total Earning Assets
PPAP yang telah Dibentuk terhadap PPAP Allowance for Earning Assets Actual
yang Wajib Dibentuk 108,40% 197,19% 182,64% 223,26% 199,84% to Minimum Required Allowance
Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional Operating Expenses to Operating
80,52% 90,80% 91,12% 82,91% 80,93% Revenues
Kredit Bermasalah terhadap Total Kredit (NPL’s) 2,16% 1,95% 2,55% 2,63% 2,66% Non Performing Loans to Total Loans (NPL’s)
Ikhtisar Saham/Share Highlights
2008 2007
Keterangan Triwulan I/ Triwulan II/ Triwulan III/ Triwulan IV/ Triwulan I/ Triwulan II/ Triwulan III/ Triwulan IV/ Description
Quarter I Quarter II Quarter III Quarter IV Quarter I Quarter II Quarter III Quarter IV
Jumlah Saham Beredar 306.900.000 306.900.000 859.320.000 859.320.000 306.900.000 306.900.000 306.900.000 306.900.000 Total Number of Share
Volume Perdagangan - 60.500 2.000 - 35.500 235.626.500 25.000 88.000 Trading Volume
Harga Tertinggi - Rp. 900,- - Rp. 600,- Rp. 800,- Rp. 900,- Rp. 900,- Rp. 900,- Highest Price
Harga Terendah - Rp. 900,- - Rp. 600,- Rp. 600,- Rp. 700,- Rp. 900,- Rp. 900,- Lowest Price
Harga Penutupan Rp. 900,- Rp. 900,- Rp. 600,- Rp. 600,- Rp. 700,- Rp. 900,- Rp. 900,- Rp. 900,- Closing Price
1.000
900
800
700
600
Tertinggi/Highest
500
Terendah/Lowest
400
Penutupan/Closing
300
200
100
0
March ‘06 June ‘06 Sept ‘06 Des ‘06 March ‘07 June ‘07 Sept ‘07 Des ‘07 March ‘08 June ‘08 Sept ‘08 Des ‘08
Pemegang Saham/Shareholders
Keterangan Jumlah Saham/Total Shares % Description
Bank of India 659.680.000 76,00 Bank of India
PT Panca Mantra Jaya 148.609.500 17,12 PT Panca Mantra Jaya
Prakash Rupchand Chugani 14.000.000 1,61 Prakash Rupchand Chugani
Masyarakat (dalam simpanan KSEI) 45.710.500 5,27 Public (held by KSEI)
TOTAL 868.000.000 100.00 TOTAL
Pemegang saham terakhir (ultimate shareholder) adalah Bank of India yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemerintah India / Ultimate Shareholder is Bank
of India with majority shareholder is Government of India.
PT Bank Swadesi Tbk.
L a p o r a n Ta h u n a n 2008 A n n u a l R e p o r t
7
Laporan Manajemen - Management Report
Pranab Kumar Biswas
Wakil Direktur Utama/Vice President Director
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha We thank God Almighty for His blessings showered upon
Kuasa, atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga us so that in the year 2008, Bank Swadesi was able to
pada tahun 2008 Bank Swadesi mampu menunjukkan reveal satisfactoying performance results. During the
kinerja yang menggembirakan. Di tahun 2008 Bank Swadesi year of 2008, Bank Swadesi has implemented its
telah menjalankan strategi operasional Bank dalam operational strategies in the capacity as a subsidiary of
kapasitasnya sebagai Subsidiary Bank of India. Selain Bank of India. Furthermore in the year of 2008, Bank
itu, dalam tahun 2008 pula Bank Swadesi telah memenuhi Swadesi also has fulfilled the capital commitment through
komitmennya dengan melakukan penambahan modal issuance of Pre-emptive rights up to 558 million common
melalui penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu stock with nominal value of IDR 200 offerred at IDR
(HMETD) sebanyak 558 juta saham biasa atas nama dengan 250 each for the total amount of IDR 139,5 billion. This
nominal Rp 200,- setiap saham dengan harga penawaran increased capital enable Bank Swadesi to maintain its
sebesar Rp 250,- setiap saham sehinga seluruhnya intermediary functions trough credit disposal to the
berjumlah Rp 139,5 miliar. Dengan adanya penambahan prospective business sectors.
modal tersebut akan memberikan peluang Bagi bank
Swadesi untuk terus meningkatkan fungsi intermediasi
dengan menyalurkan kredit kepada sektor-sektor usaha
yang prospektif.
Menjelang akhir tahun 2008, perekonomian dunia Towards the end of 2008, world's economy is shadowed
dibayangi oleh kecemasan dan kepanikan pasar financial by the worries and panic of continual global financial
global yang terus menurun. Gejolak pasar keuangan yang market slowdown. Financial market turmoil that was
dipicu oleh krisis sektor perumahan Amerika Serikat (AS) inititated in America real estate crunch entered a new
memasuki fase baru dengan jatuhnya sejumlah institusi phase with the downfall of some leading world class
keuangan kelas dunia di akhir triwulan III tahun 2008. institutions by the end third quarter of 2008. Amid global
Ditengah kondisi krisis ekonomi global tersebut, kinerja economy crisis, during 2008 Bank Swadesi performed
Bank Swadesi selama tahun 2008 sangat menggembirakan satisfactory results compared with 2007 corresponding
dibandingkan dengan periode yang sama tahun period. Major fgirues such as total assets, credit, third
sebelumnya. Berbagai pos mengalami peningkatan seperti party funds, and profitability. Total asset expanded to
halnya total aset, kredit, dana pihak ketiga dan laba. IDR 1,360 trillion or increased 16.46%, Credit posted at
Total aset mencapai sebesar Rp 1,360 triliun atau IDR 875,83 billion or increased 40,94%, total Third Party
meningkat 16.46%, Kredit mencapai sebesar Rp 875,83 Funds stood at IDR 1,054 trillion or increased 5,41%,
miliar atau meningkat 40,94%, Dana Pihak Ketiga mencapai Profit before tax lifted to IDR 30,20 billion or increased
sebesar Rp 1,054 triliun atau meningkat 5,41%, Laba 144,29%, while net profit rose to IDR 19,21 billion
sebelum pajak mencapai sebesar Rp 30,20 miliar atau
meningkat 144,29% dan laba bersih mencapai Rp 19,21
miliar.
Seiring dengan meningkatnya perolehan laba, pencapaian With respect to higher profitability as indicated in ROA,
rasio profitabilitas yang meliputi ROA, ROE dan NIM ROE and NIM 2,53%, 10,48% and 5,44% consecutively.
meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yaitu, Loan to Deposit Ratio (LDR) increased to 83,11% from
masing-masing mencapai 2,53%, 10,48% dan 5,44%. Loan 62,16% in 2007. Higher LDR indicate the consistency to
to Deposit Ratio (LDR) meningkat menjadi 83,11% dari increase the intermediary function. On the earning asset
sebelumnya sebesar 62,16%. Meningkatnya LDR ini quality, in accordance to the global economy crisis, 2008
menunjukkan bahwa Bank Swadesi senantiasa konsisten performance was decreased compared to the previous
untuk terus meningkatkan fungsi intermediasinya. Dari year. Non Performing Loan Gross year 2008 increased to
sisi kualitas aktiva produktif, sejalan dengan kondisi krisis 2,16% from 1,95%.
ekonomi global, kinerja tahun 2008 mengalami penurunan
bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Non
Performing Loan Gross tahun 2008 menurun menjadi
2,16% dari sebelumnya sebesar 1,95%.
PT Bank Swadesi Tbk.
8 L a p o r a n Ta h u n a n 2008 A n n u a l R e p o r t
Berkaitan dengan penerapan manajemen risiko, With reference to the implementation of risk
pencapaian terpenting di tahun 2008 adalah management, the most important 2008 achievement is
diselesaikannya gap analysis dan penegasan kembali the completion of gap analysis and re-statement of Bank
komitmen Bank Swadesi untuk mengadopsi kerangka Swadesi's commitment for onward adoption of Basel II
kerja Basel II sebagai pendekatan dalam pengembangan structure as an approach in the development and
dan penerapan sistem pengelolaan risiko. Pengadopsian implementation of risk managing system. The adoption
kerangka kerja Basel II merupakan kelanjutan inisiatif of Basel II structure is a continuation of previous year
pengelolaan risiko dari tahun sebelumnya. Hal ini risk management initiative. This is reflected in the sharp
tercermin dari semakin tajamnya fokus Satuan Kerja focus of Risk Management Task Force in managing credit
Manajemen Risiko dalam mengelola risiko kredit, risiko risk, market risk, and operational risk. That process is
pasar, dan risiko operasional. Inisiatif tersebut diambil taken to support Bank Swadesi's goal in better
untuk menunjang sasaran Bank Swadesi dalam intermediary function, by implementing the prudential
menjalankan fungsi intermediasinya dengan lebih baik, principle through comprehensive, focussed, measured,
dengan menerapkan prinsip kehati-hatian melalui proses and controlled risk managing process.
pengelol


Use: 0.2349