• PEDOMAN PENYELENGGARAAN PROGRAM MAGISTER (S2)


  •   
  • FileName: buku pedoman s2.pdf [preview-online]
    • Abstract: 23. Kartu Hasil Studi (KHS) adalah daftar nilai hasil belajar mahasiswa ... Indeks Prestasi Semester (IPS) adalah angka prestasi akademik. mahasiswa yang dihitung ...

Download the ebook

Keputusan Rektor Universitas Hasanuddin
Nomor : 824/H4/P/2007
Tanggal : 30 Maret 2007
PEDOMAN PENYELENGGARAAN
PROGRAM MAGISTER (S2)
PPM.PPs-UH.AKAD.2
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS HASANUDDIN
Revisi Pertama Dokumen Akademik Disetujui oleh
30-03-2007 PPM.PPs-UH.AKAD.2 Rektor
Pedoman Penyelenggaraan Program Magister (S2)
PENGANTAR
Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin (PPs-Unhas) sebagai
program unggulan yang ada di Universitas Hasanuddin telah mengalami
tahap pengembangan yang hingga saat ini mencapai 33 program studi S2.
Kemudian tahap pembenahan program studi yang ada, saat ini berada pada
tahap peningkatan kualitas program studi baik dari segi manajemen
pengelolaan maupun dari segi mutu input dan outputnya. Upaya
peningkatan mutu tersebut dilakukan dengan mengacu pada paradigma
baru pendidikan tinggi yang menekankan pada aspek kualitas, otonomi,
evaluasi, akreditasi, dan akuntabilitas.
Dengan mengacu pada paradigma baru tersebut, maka lulusan PPs
Unhas diarahkan pada: Pertama, memiliki kemampuan mengembangkan
dan memutahirkan IPTEKS dengan cara menguasai dan memahami
pendekatan, metode, kaidah ilmiah, disertai keterampilan penerapannya;
Kedua, memiliki kemampuan menyelesaikan masalah di bidang keahliannya
melalui kegiatan penelitian dan pengembangan berdasarkan kaidah ilmiah;
Ketiga, memiliki kemampuan pengembangan kinerja profesionalnya yang
ditunjukkan dengan ketajaman analisis permasalahan, keserbacakupan
tinjauan, kepaduan penyelesaian masalah, beserta kaitannya pada profesi
serupa. Dengan kata lain, lulusan PPs Unhas diharapkan mampu
mengembangkan knowledge, mampu melakukan penelitian dan
pengembangan, mampu membuat publikasi ilmiah, dan terlibat dalam
kegiatan Research and Development di berbagai sektor.
Sadar akan peran sentralnya sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN)
yang berada di pusat wilayah Nusantara Indonesia, yakni kota Makassar,
maka PPs Unhas selain diharapkan mampu menarik minat mahasiswa dari
berbagai wilayah Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, juga diharapkan
dapat memberi kontribusi dalam bentuk penyediaan tenaga terdidik dan
hasil riset yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan IPTEKS dan
pembangunan, baik yang berskala daerah, nasional maupun internasional.
Dalam perkembangannya selama kurun waktu 21 tahun sejak
didirikan, PPs Unhas telah berhasil menamatkan 8.759 orang magister
(sampai wisuda Maret 2007). Meskipun banyak kemajuan yang telah dicapai,
tetapi PPs Unhas masih perlu melakukan berbagai perbaikan untuk
meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan
perkembangan IPTEKS. Peningkatan ini sebagai upaya untuk merespon,
mengakomodasi dan mengantisipasi tuntutan perkembangan global yang
tengah berlangsung.
Sehubungan dengan itu, maka disusun pedoman ini sebagai salah
satu wujud nyata dari upaya perbaikan PPs Unhas dengan ketentuan-
ketentuan yang diuraikan sebagai berikut.
1
Pedoman Penyelenggaraan Program Magister (S2)
I. PENGERTIAN UMUM
Dalam pedoman ini yang dimaksud dengan:
1. Unhas adalah Universitas Hasanuddin
2. Rektor adalah Rektor Unhas
3. Program Pascasarjana Unhas, selanjutnya disebut PPs Unhas adalah
penyelenggara pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi daripada
pendidikan sarjana yang terdiri atas program magister dan doktor.
4. Direktur adalah Direktur PPs Unhas.
5. Dewan Pertimbangan adalah badan konsultatif dengan tugas utama
memberikan pertimbangan kepada direktur.
6. Mahasiswa baru adalah mahasiswa yang baru pertama kali terdaftar di
PPs Unhas.
7. Mahasiswa pindahan adalah mahasiswa program pascasarjana dari
perguruan tinggi lain yang pindah ke PPs dan mahasiswa PPs yang
pindah dari program studi yang satu ke program studi yang lain.
8. Tesis adalah karya tulis akademik akhir yang menunjukkan hasil studi
dan atau penelitian yang disusun dengan cara dan bentuk yang sesuai
dengan peraturan yang ditetapkan yang dilakukan oleh mahasiswa PPs
di bawah pengawasan dosen penasihat sebagai salah satu syarat untuk
memperoleh gelar magister. Isi tesis berupa sesuatu yang memberikan
sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau
seni.
9. Transkrip akademik adalah daftar yang memuat nilai hasil belajar dan
indeks prestasi semua mata kuliah yang ditempuh selama mengikuti
pendidikan pada PPs.
10. Kalender akademik PPs Unhas adalah jadual kegiatan akademik tahunan
yang berlaku khusus pada PPs Unhas.
11. Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) adalah dana yang wajib
dibayar oleh mahasiswa PPs Unhas pada setiap semester sesuai jadual
yang ditentukan.
12. Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab
yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh
masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan
tertentu.
13. Sistem Kredit Semester (SKS) adalah suatu sistem penyelenggaraan
pendidikan dengan menggunakan satuan kredit semester untuk beban
studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar, dan beban
penyelenggaraan program.
2
Pedoman Penyelenggaraan Program Magister (S2)
14. Semester adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri atas 16 sampai 19
minggu kuliah atau kegiatan terjadual lainnya, berikut kegiatan
iringannya, termasuk 2 (dua) sampai 3 (tiga) minggu kegiatan penilaian.
15. Satuan Kredit Semester (SKS) adalah takaran penghargaan terhadap
pengalaman belajar yang diperoleh selama 1 semester melalui kegiatan
terjadwal per minggu sebanyak 1 jam perkuliahan atau 2 jam praktikum,
atau 4 jam kerja lapangan, yang masing-masing diiringi oleh sekitar 1
sampai 2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1 sampai 2 jam kegiatan
mandiri.
16. Program Studi adalah kesatuan rencana belajar sebagai pedoman
penyelenggaraan pendidikan akademik dan/atau profesi yang
diselenggarakan atas dasar suatu kurikulum.
17. Konsentrasi/minat studi adalah wilayah keilmuan yang khusus
diperdalam dari suatu wilayah keilmuan program studi.
18. Ketua Program Studi (KPS) yang bersifat monodisiplin dan lintas jurusan
pada suatu fakultas diusulkan oleh dekan kepada rektor melalui direktur
setelah mendapat pertimbangan dari jurusan/bagian.
19. Ketua Program Studi (KPS) yang bersifat multidisiplin diusulkan oleh
direktur kepada rektor setelah mendapat pertimbangan dari dewan
pertimbangan.
20. Ketua konsentrasi studi (KKS) adalah dosen tetap yang sesuai dengan
kompetensi keilmuannya yang ditetapkan oleh Rektor atas usul Direktur
setelah mendapat pertimbangan KKD atau Dekan untuk mengetuai
konsentrasi studi yang bersangkutan, penuh waktu dan tidak boleh
dirangkap dengan jabatan/struktural lainnya.
21. Kelompok Kerja Dosen (KKD) adalah wadah pertemuan dosen pengasuh
mata kuliah keahlian (kemagisteran) dan atau mata kuliah
pilihan/penunjang pada masing-masing program studi.
22. Kartu Rencana Studi (KRS) adalah daftar matakuliah yang akan
diprogramkan pada semester berjalan.
23. Kartu Hasil Studi (KHS) adalah daftar nilai hasil belajar mahasiswa
selama mengikuti pendidikan.
24. Indeks Prestasi Semester (IPS) adalah angka prestasi akademik
mahasiswa yang dihitung dari jumlah perkalian nilai hasil belajar dengan
bobot SKS, dibagi dengan jumlah kredit yang diprogramkan pada
semester bersangkutan.
25. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) adalah angka prestasi akademik
mahasiswa yang dihitung dari jumlah perkalian nilai hasil belajar dengan
bobot SKS, dibagi dengan jumlah kredit yang diprogramkan selama
mengikuti pendidikan.
3
Pedoman Penyelenggaraan Program Magister (S2)
II. PENERIMAAN MAHASISWA
Penerimaan mahasiswa baru:
1. Persyaratan Akademik
Untuk dapat diterima sebagai mahasiswa baru harus memenuhi
syarat sebagai berikut:
a. Berijazah sarjana (S1) jalur skripsi dengan IPK ≥ 2.75 dari perguruan
tinggi terakreditasi.
b. Memiliki kemampuan berbahasa Inggris dengan skor 450 setara TOEFL.
c. Lulus ujian seleksi masuk PPs Unhas.
d. Tidak dinyatakan putus studi pada salah satu Program Studi PPs Unhas
atau PPs perguruan tinggi lain.
e. Lulusan program sarjana Unhas dengan predikat cumlaude dapat
melanjutkan pendidikan di PPs Unhas dalam ilmu selingkup tanpa ujian
masuk.
2. Persyaratan Administrasi
a. Mengisi formulir pendaftaran dengan lampiran-lampiran sebagai berikut:
1) Fotokopi ijazah yang telah disahkan atau diakreditasi bagi ijazah
lulusan luar negeri (2 rangkap);
2) Fotokopi transkrip yang telah disahkan (2 rangkap);
3) Surat keterangan berbadan sehat;
4) Mengisi formulir biodata;
5) Surat rekomendasi kelayakan akademik dari dua orang tenaga
akademik dengan disiplin ilmu yang selingkup;
6) Hasil tes bahasa Inggris dan kemampuan akademik;
7) Karya ilmiah pada jurnal ilmiah (jika ada);
8) Surat izin dari atasan yang berwewenang bagi pegawai negeri atau
karyawan;
9) Bukti pembayaran biaya pendaftaran;
10) Foto berwarna, setahun terakhir ukuran 3 X 4 cm (3 lembar);
11) Formulir BPPS bagi yang bermohon dan memenuhi syarat.
b. Pendaftaran dilaksanakan pada bulan Januari–Maret setiap tahun,
dengan membayar uang pendaftaran pada rekening bank yang ditunjuk.
c. Lamaran ditujukan kepada direktur dengan alamat:
Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin,
Kampus Unhas Tamalanrea,
Jl. Perintis Kemerdekaan KM 10, Makassar 90245
4
Pedoman Penyelenggaraan Program Magister (S2)
Tlp 0411-585034, 585035, 585036, Fax 585868
http://www.pascaunhas.net Email: [email protected]
3. Seleksi Calon Peserta
a. Kemampuan akademik calon yang dinilai sesuai dengan bidang studi
yang dipilih, kelengkapan persyaratan, dan kemampuan berbahasa
Inggris.
b. Persyaratan akademik dari masing-masing program studi.
c. Dilaksanakan oleh tim yang ditetapkan oleh direktur.
d. Ujian seleksi dilaksanakan pada bulan April/Mei setiap tahun,
kecuali untuk program kelas mandiri diatur tersendiri oleh PPs.
e. Komponen seleksi terdiri atas ujian tulis dan/atau lisan.
f. Mahasiswa yang dinyatakan diterima ditetapkan dengan SK Rektor.
g. Hasil seleksi disampaikan oleh direktur kepada calon peserta melalui
surat penyampaian, pengumuman di papan pengumuman dan
website PPs Unhas.
h. Kelulusan hanya berlaku satu kali pada tahun akademik pelaksanaan
seleksi.
4. Penerimaan Mahasiswa Asing
a. Warga negara asing dapat diterima sebagai mahasiswa PPs Unhas jika
memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh PPs Unhas.
b. Memperoleh izin belajar dari Menteri Pendidikan Nasional RI.
c. Mahasiswa asing yang terdaftar sebagai mahasiswa program magister
pada perguruan tinggi luar negeri yang telah terakreditasi oleh Dikti
dapat diterima sebagai mahasiswa riset (credit earning) selama
periode tertentu.
5. Penerimaan Mahasiswa Pindahan
a. Mahasiswa dari PPs perguruan tinggi lain dapat pindah ke PPs Unhas
jika memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1) Terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada program studi yang sama di
perguruan tinggi asal pada saat mengajukan permohonan pindah ke
PPs Unhas.
2) Lulus evaluasi dua semester dan tidak putus studi.
3) Memiliki IPK > 3,25.
4) Memperoleh persetujuan direktur dan KPS yang terkait dengan
pertimbangan daya tampung program studi.
5
Pedoman Penyelenggaraan Program Magister (S2)
5) Mahasiswa pindahan dari luar negeri harus berasal dari PPs
terakreditasi oleh Dikti.
6) Mahasiswa pindahan yang diterima di PPs Unhas ditetapkan dengan
keputusan rektor.
b. Penyetaraan matakuliah dari PPs asal didasarkan pada kurikulum yang
berlaku pada PPs Unhas.
6
Pedoman Penyelenggaraan Program Magister (S2)
III. BIAYA PENDIDIKAN
1. Biaya pendidikan terdiri atas:
a. Biaya registrasi setiap semester.
b. Sumbangan pembinaan pendidikan (tidak termasuk biaya penelitian,
konsultasi/transpor/akomodasi komisi penasehat dan penguji luar
Unhas, studi banding dan biaya praktek lapang yang tidak masuk
dalam kurikulum).
c. Biaya pengembangan bagi mahasiswa baru dan pindahan.
d. Biaya matrikulasi.
e. Biaya wisuda.
2. Biaya pendidikan kelas kerjasama disepakati bersama oleh direktur
dengan lembaga mitra yang ditetapkan dengan keputusan rektor.
3. Pembayaran sumbangan pembinaan pendidikan (SPP):
a. Setiap mahasiswa wajib membayar SPP sebelum mengisi KRS untuk
semester yang akan diikutinya.
b. Besarnya SPP mahasiswa ditetapkan setiap tahun oleh Rektor.
c. Mahasiswa yang belum dapat menyelesaikan studi pada akhir
semester berdasarkan kalender akademik, diwajibkan membayar SPP
pada semester berikutnya.
d. Mahasiswa yang tidak mendaftar ulang selama satu semester dan
bermaksud melanjutkan studi pada semester berikutnya, diwajibkan
membayar tunggakan dan/atau SPP semester yang tidak diikutinya.
e. Besarnya SPP bagi mahasiswa asing ditetapkan tersendiri dengan
keputusan rektor.
7
Pedoman Penyelenggaraan Program Magister (S2)
IV. PROSES PENDIDIKAN
1. Persyaratan Penyelenggaraan Kelas pada Program Studi dan
Konsentrasi/Minat
a. Jumlah mahasiswa baru minimal 12 orang setiap program studi.
b. Jumlah mahasiswa baru minimal 10 orang setiap konsentrasi/minat
studi.
c. Mata kuliah dapat dilaksanakan jika diikuti oleh sekurang-kurangnya
7 orang peserta.
d. Untuk kelas mandiri jumlah mahasiswa baru diatur tersendiri.
2. Beban dan Masa Studi
a. Beban studi program magister bagi peserta yang telah berpendidikan
sarjana (S1) atau yang sederajat, sekurang-kurangnya 36 sks dan
sebanyak-banyaknya 50 sks.
b. Masa studi dijadwalkan selama empat semester, namun dapat
diselesaikan dalam semester keempat, dan paling lama delapan
semester.
3. Kurikulum:
a. Kurikulum program magister terdiri atas:
1) Kelompok matakuliah pengembangan wawasan dengan bobot
15-20 %
2) Kelompok matakuliah kompetensi keahlian dan kompetensi
berkarya dengan bobot 50-60 %
3) Kelompok matakuliah pilihan dengan bobot 10-15 %
4) Tesis dengan bobot enam sks.
b. Kurikulum disusun oleh satuan tugas yang anggotanya terdiri atas
unsur KKD dan unsur lainnya yang dibentuk oleh direktur.
c. Kurikulum yang telah tersusun diusulkan oleh direktur kepada rektor
setelah mendapat pertimbangan dewan pertimbangan PPs Unhas.
d. Kurikulum ditetapkan dengan keputusan rektor setelah mendapat
persetujuan dari senat universitas.
e. Kurikulum dapat ditinjau kembali sekurang-kurangnya sekali dalam
lima tahun sesuai dengan perkembangan IPTEKS.
4. Pendaftaran Ulang Mahasiswa Baru
a. Hasil seleksi calon mahasiswa baru disampaikan secara tertulis oleh
PPs Unhas.
8
Pedoman Penyelenggaraan Program Magister (S2)
b. Calon mahasiswa yang lulus wajib mendaftar ulang sesuai waktu
yang telah ditentukan dengan menunjukkan :
1) Kartu ujian.
2) Surat pemberitahuan lulus dari PPs Unhas.
3) Bukti pembayaran registrasi, SPP, matrikulasi dan biaya
pengembangan.
4) Mengisi surat pernyataan kewajiban menaati semua ketentuan
yang berlaku di lingkungan PPs Unhas.
c. Mahasiswa yang telah terdaftar berhak memperoleh kartu mahasiswa.
5. Pendaftaran Ulang Mahasiswa Lama
a. Setiap mahasiswa wajib mendaftar ulang untuk dapat mengikuti
kegiatan akademik pada semester berikutnya.
b. Mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran ulang dua semester
berturut-turut, dinyatakan putus studi dengan keputusan rektor.
c. Mahasiswa yang telah mendaftar ulang diwajibkan mengisi KRS
dengan sejumlah SKS yang diprogramkan untuk diikuti pada
semester berjalan.
d. Pengisian KRS dikonsultasikan dengan penasihat akademik yang
secara ex officio dijabat oleh KPS yang bersangkutan.
e. Mahasiswa dinilai sah sebagai peserta mata kuliah sesuai dengan
yang diprogramkan dalam KRS.
f. KRS ditandatangani oleh KPS/KKS dan disahkan oleh asisten
direktur.
g. KRS diregistrasikan pada Biro Administrasi Akademik.
6. Penggantian matakuliah
a. Berdasarkan alasan yang dapat diterima, seorang mahasiswa dapat
mengganti mata kuliah yang tercantum dalam KRS.
b. Penggantian mata kuliah harus dengan persetujuan KPS/KKS yang
bersangkutan.
c. Jumlah SKS mata kuliah pengganti, harus sama atau lebih kecil dari
jumlah SKS mata kuliah yang diganti.
d. Penggantian mata kuliah dilakukan dengan mengisi formulir
selambat-lambatnya pada akhir minggu kedua dari semester yang
sedang berjalan.
9
Pedoman Penyelenggaraan Program Magister (S2)
7. Pengunduran Diri Mengikuti Matakuliah
Mahasiswa dapat mengundurkan diri dari satu atau lebih mata kuliah
yang telah diprogramkan.
a. Permohonan mengundurkan diri dari satu atau lebih mata kuliah,
diajukan kepada direktur melalui KPS paling lambat satu bulan pada
semester berjalan.
b. Dalam hal force majore, mahasiswa dapat mengundurkan diri dari
satu atau lebih matakuliah; dan disampaikan paling lambat satu
minggu setelah kejadian.
8. Jumlah sks yang dapat diprogramkan pada semester berikutnya
a. Mata kuliah yang dapat diprogramkan oleh mahasiswa adalah yang
ditawarkan pada semester yang berjalan
b. Jumlah SKS yang dapat diprogramkan untuk setiap semester
maksimal 15 SKS.
9. Penasihat Akademik (PA)
a. Tugas penasihat akademik dilaksanakan oleh KPS/KKS, dan jika
dianggap perlu dapat diangkat penasihat akademik lainnya atas
persetujuan direktur.
b. Penasihat akademik bertugas:
1) Mengarahkan mahasiswa dalam merencanakan kegiatan
akademik dan menandatangani KRS.
2) Memfasilitasi mahasiswa merencanakan usulan penelitian
3) Membantu mahasiswa untuk mengatasi kesulitan akademik dan
non-akademik yang dihadapinya
10. Cuti Akademik
a. Cuti akademik hanya diberikan kepada mahasiswa maksimal satu
kali selama masa studi.
b. Cuti akademik tidak diperkenankan pada semester pertama dan
kedua.
c. Mahasiswa penerima BPPS tidak diperkenankan mengambil cuti
akademik.
d. Mahasiswa yang mengambil cuti akademik wajib registrasi ulang.
e. Selama cuti akademik, tidak diperkenankan mengikuti semua
kegiatan akademik.
f. Permohonan cuti akademik diajukan kepada Direktur PPs Unhas
paling lambat dua minggu sebelum semester berjalan melalui KPS.
10
Pedoman Penyelenggaraan Program Magister (S2)
11. Perkuliahan
a. Isi dan kedalaman materi bahasan suatu matakuliah harus
mendukung tujuan program pendidikan dan diukur dengan sks
b. Suatu matakuliah diasuh oleh minimal dua orang dosen atau sesuai
kebutuhan yang ditetapkan dengan keputusan direktur atas usul KPS
berdasarkan pertimbangan KKD
c. Setiap mata kuliah wajib memiliki garis besar program pembelajaran
(GBPP), dan satuan acara pembelajaran (SAP)
d. GBPP dan SAP disusun oleh tim dosen dengan mendapat
pertimbangan KKD
e. Dosen wajib membuat kontrak perkuliahan pada setiap awal
perkuliahan
f. Monitoring pelaksanaan program pembelajaran dilakukan oleh Asdir
III dibantu oleh KPS dan KKS
g. Kegiatan yang bersifat non kurikuler dapat dilaksanakan atas
persetujuan mahasiswa, KPS, dan direktur
h. Ujian akhir semester dilaksanakan berdasarkan jadual yang
ditetapkan PPs Unhas.
12. Penelitian dan Penentuan Komisi Penasihat
a. Topik usulan penelitian mahasiswa program magister diajukan pada
awal semester dua
b. Komisi penasihat ditetapkan dengan keputusan Direktur paling
lambat pada akhir semester tiga atas usul KKD dan KPS berdasarkan
topik penelitian yang diajukan oleh mahasiswa
c. Komisi penasihat terdiri atas satu orang penasihat utama dan satu
atau dua orang penasihat anggota
d. Penasihat utama adalah tenaga akademik dengan jabatan Guru Besar
atau bergelar doktor dalam bidang ilmu yang sesuai dengan lingkup
penelitian mahasiswa dan minimal mengerjakan satu penelitian
dalam tiga tahun terakhir.
e. Penasihat anggota adalah pendamping penasihat utama yaitu tenaga
akademik berkualifikasi sekurang-kurangnya doktor yang memiliki
kompetensi di bidang ilmu yang relevan dengan penelitian
mahasiswa.
13. Seminar Usulan Penelitian Mahasiswa
a. Panitia seminar usulan penelitian adalah tim yang dibentuk untuk
menilai seminar usulan penelitian yang terdiri atas penasihat utama
sebagai ketua, penasihat anggota sebagai sekretaris, dan tiga orang
11
Pedoman Penyelenggaraan Program Magister (S2)
anggota tenaga akademik yang berkualifikasi doktor dalam ilmu yang
relevan dengan topik usulan penelitian.
b. Mahasiswa diizinkan melaksanakan seminar usulan penelitian
dengan persyaratan:
1) Memperoleh persetujuan dari komisi penasihat.
2) Dilaksanakan setelah lolos evaluasi semester II.
3) Telah menyiapkan ringkasan seminar sesuai dengan format yang
ditetapkan oleh PPs Unhas.
4) Mengikuti seminar sekurang-kurangnya 10 kali di kelompok
ilmunya dan lima kali di kelompok lainnya
c. Seminar dapat dilaksanakan apabila:
1) Jumlah peserta seminar minimal 10 mahasiswa.
2) Naskah usulan penelitian diserahkan oleh mahasiswa kepada
penasihat dan penguji minimal lima hari sebelum seminar.
3) Undangan seminar usulan penelitian disampaikan oleh PPs
selambat-lambatnya lima hari sebelum pelaksanaan seminar.
4) Mengundang staf pengajar dari jurusan yang berhubungan
dengan bidang yang akan diteliti.
5) Dihadiri sekurang-kurangnya 80% dari jumlah tim penguji,
termasuk ketua dan penasihat utama.
6) Seminar dipimpin oleh ketua panitia (penasihat utama atau yang
ditunjuk khusus).
d. Seminar usulan penelitian dilaksanakan paling lama 120 menit,
dengan alokasi waktu:
1) 20 menit presentasi.
2) 45 menit kesempatan diskusi dengan peserta lainnya.
3) 45 menit kesempatan bagi dosen dan penilai.
4) 10 menit rapat evaluasi.
e. Bagi mahasiswa yang tidak lulus diberi kesempatan mengulang sekali
lagi dalam tenggang waktu paling lama tiga bulan atas biaya sendiri.
14. Pelaksanaan Penelitian
a. Mahasiswa dapat melaksanakan penelitian jika telah lulus seminar
usulan penelitian dan telah disetujui oleh komisi penasihat.
b. Penelitian paling lambat harus dilaksanakan enam bulan setelah
seminar usulan penelitian, dan jika melebihi waktu yang ditetapkan,
maka seminar harus diulang dengan biaya sendiri.
c. Penelitian dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan
dengan arahan komisi penasihat.
12
Pedoman Penyelenggaraan Program Magister (S2)
d. Selama melaksanakan penelitian, mahasiwa diwajibkan
menyampaikan perkembangan penelitiannya kepada komisi
penasihat setiap satu bulan.
15. Seminar Hasil Penelitian
a. Panitia penilai seminar hasil penelitian adalah panitia penilai seminar
usul penelitian
b. Mahasiswa diizinkan melaksanakan seminar hasil penelitian dengan
syarat:
1) Terdaftar sebagai mahasiswa di PPs Unhas pada semester berjalan
2) Telah melulusi seluruh matakuliah
3) Naskah tesis telah disetujui oleh komisi penasihat
4) Telah menyiapkan ringkasan seminar sesuai dengan format yang
ditetapkan oleh PPs Unhas
5) Telah mengikuti seminar sekurang-kurangnya 10 kali di kelompok
ilmunya dan lima kali di kelompok lainnya, setelah seminar
usulan penelitian mahasiswa yang bersangkutan
6) Telah menyusun artikel ilmiah yang merupakan bagian dari
tesisnya dan siap diajukan ke jurnal ilmiah ber-ISSN yang diakui
oleh PPs Unhas.
c. Seminar dapat dilaksanakan apabila:
1) Naskah tesis telah diperiksa dan disetujui oleh penasihat yang
dibuktikan dengan catatan pada kartu kontrol bimbingan.
2) Naskah tesis diserahkan oleh mahasiswa kepada penasihat dan
penguji selambat-lambatnya lima hari sebelum seminar
3) Undangan seminar hasil penelitian diserahkan oleh PPs Unhas
kepada penasihat dan penguji selambat-lambatnya lima hari
sebelum seminar
4) Dihadiri sekurang-kurangnya 80% dari jumlah komisi penilai,
termasuk ketua dan sekertaris
5) Dihadiri sekurang-kurangnya 10 mahasiswa
d. Seminar hasil dilaksanakan paling lama 120 menit, dengan alokasi
waktu:
1) 15 menit presentasi
2) 50 menit kesempatan diskusi dengan peserta lainnya
3) 50 menit kesempatan bagi dosen dan penilai
4) 5 menit rapat evaluasi
e. Bagi mahasiswa yang tidak lulus diberi kesempatan mengulang sekali
lagi dalam tenggang waktu paling lama tiga bulan atas biaya sendiri.
13
Pedoman Penyelenggaraan Program Magister (S2)
16. Ujian Akhir Magister
a. Panitia ujian akhir magister adalah panitia penilai seminar hasil
penelitian.
b. Ujian tesis dilaksanakan paling lama 120 menit, dengan alokasi
waktu:
1) 20 menit presentasi
2) 90 menit tanya jawab
3) 10 menit rapat evaluasi
c. Nilai tesis terdiri atas nilai seminar usulan penelitian dengan bobot
15%, nilai seminar hasil penelitian dengan bobot 25% dan nilai ujian
akhir magister dengan bobot 60% (angka mutlak). Hasil gabungan
dari angka mutlak dikonversi ke nilai huruf
d. Nilai lulus untuk Ujian Tesis : A, A-, B, B-.
e. Bagi mahasiswa yang tidak lulus diberi kesempatan mengulang sekali
lagi dalam tenggang waktu paling lama tiga bulan dengan biaya
sendiri.
17. Undangan dan Konsultasi Penetapan Komisi Penasihat
Penetapan waktu seminar usulan penelitian, hasil penelitian dan ujian
komprehesif akhir program Magister ditentukan oleh KPS dan Tim
Penilai.
14
Pedoman Penyelenggaraan Program Magister (S2)
V. EVALUASI HASIL BELAJAR
1. Tujuan evaluasi hasil belajar adalah untuk menilai:
a. Kemampuan mahasiswa memahami dan menguasai bahan dari
satuan mata kuliah yang telah diajarkan selama satu semester
b. Pencapaian kompetensi mata kuliah yang diajarkan oleh dosen
pengasuh mata kuliah tersebut.
2. Bentuk penilaian
a. Penilaian proses pembelajaran mahasiswa dapat dilakukan dalam
bentuk ujian tengah dan akhir semester, pelaksanaan tugas,
pengamatan oleh dosen, evaluasi lisan, penelitian dan lain-lain.
b. Ujian akhir semester suatu mata kuliah hanya dapat diikuti oleh
mahasiswa yang telah mengikuti sekurang-kurangnya 80% dari
semua kegiatan akademik mata kuliah tersebut selama satu semester.
3. Pemberian Nilai Hasil Belajar
a. Nilai hasil belajar pada akhir semester adalah gabungan nilai dari
semua bentuk penilaian selama semester berjalan
b. Penilaian dilakukan oleh tim dosen pengasuh mata kuliah dalam
bentuk angka untuk selanjutnya dikonversikan dalam bentuk huruf
oleh dosen koordinator.
c. Pembobotan masing-masing bentuk penilaian untuk memperoleh
nilai kumulatif di akhir semester dan nilai lulus diserahkan kepada
masing-masing dosen, mekanisme penggabungan nilai untuk tim
dosen akan dibuat dalam aturan tambahan
d. Nilai hasil belajar dinyatakan dengan huruf yaitu A, A minus, B, B
minus, C dan E
Nilai A sampai C adalah nilai lulus, sedangkan nilai E adalah nilai
tidak lulus
e. Nilai lulus tidak dapat diulang.
f. Selain nilai tersebut di atas digunakan pula nilai K (kosong) dan nilai
T (tunda)
1) Nilai K diberikan kepada mahasiswa yang mengundurkan diri
dari mata kuliah.
2) Nilai T adalah nilai yang ditunda karena belum semua tugas
akademik diselesaikan oleh mahasiswa pada waktunya. Batas
waktu berlakunya nilai T adalah satu bulan terhitung mulai
tanggal ujian akhir semester mata kuliah yang bersangkutan
15
Pedoman Penyelenggaraan Program Magister (S2)
3) Apabila mahasiswa tidak menyelesaikan tugasnya dalam waktu
tersebut maka nilai T berubah menjadi E
g. Nilai hasil belajar mahasiswa dicantumkan pada KHS.
4. Indeks Prestasi Akademik
a. Keberhasilan studi mahasiswa dinyatakan dengan IP yang dihitung
melalui konversi nilai bilangan, seperti yang tercantum pada butir c di
bawah ini.
b. IPS dihitung dari nilai ujian dan bobot kredit setiap mata kuliah yang
tercantum dalam KRS dengan rumus sebagai berikut:
Jumlah (n x k)
IPS =
Jumlah k
n = nilai huruf setelah dikonversi ke bentuk bilangan
k = besarnya bobot kredit mata kuliah
c. IPK dihitung dari semua nilai mata kuliah dari semua semester yang
sudah diikuti oleh mahasiswa dengan menggunakan rumus seperti
yang tersebut pada butir b di atas, dengan catatan bahwa tiap mata
kuliah hanya mempunyai satu nilai
- Nilai A : dengan nilai konversi 4
- Nilai A minus : dengan nilai konversi 3,5
- Nilai B : dengan nilai konversi 3
- Nilai B minus : dengan nilai konversi 2,5
- Nilai C : dengan nilai konversi 2
- Nilai E : dengan nilai konversi 0
d. Nilai K tidak dimasukkan dalam perhitungan IPS dan IPK.
e. Baik IPS maupun IPK dicantumkan pada KHS.
5. Penyerahan Nilai Ujian
a. Nilai ujian matakuliah diserahkan kepada Asisten Direktur I melalui
urusan akademik PPs Unhas dan tembusan ke KPS dan Biro
Administrasi Akademik selambat-lambatnya satu minggu setelah
berlangsungnya ujian mata kuliah yang bersangkutan
b. Nilai ujian yang telah diserahkan tidak dapat diubah, kecuali nilai T
c. PPs Unhas menerbitkan rapor mahasiswa paling lambat satu bulan
sebelum waktu registrasi semester berikutnya dimulai.
16
Pedoman Penyelenggaraan Program Magister (S2)
6. Nilai Seminar
a. Penilaian seminar didasarkan pada penguasaan peserta atas materi
seminar dengan mengacu pada format penilaian.
b. Penilaian dilakukan oleh panitia seminar yang hadir, dan dinyatakan
dengan angka.
c. Penilaian hasil seminar dilakukan oleh panitia seminar dalam bentuk
angka untuk selanjutnya dikonversikan dalam bentuk huruf oleh
ketua panitia.
7. Syarat Kelulusan
Mahasiswa program magister dinyatakan lulus jika:
a. Telah melulusi sejumlah sks yang telah disyaratkan dengan nilai
ujian akhir magister sekurang-kurangnya B dan IPK sekurang-
kurangnya 3,0
b. Menyerahkan tesis yang telah ditandatangani oleh Komisi Penasihat,
KPS dan direktur.
c. Mahasiswa yang tidak menyerahkan perbaikan tesis paling lama
satu bulan sesudah ujian harus ujian kembali atas biaya sendiri.
8. Predikat Kelulusan
a. Predikat kelulusan terdiri atas tiga tingkat, yaitu memuaskan, sangat
memuaskan, dan cumlaude yang dicantumkan pada transkrip nilai
akademik.
b. Predikat kelulusan:
1) IPK 3,00 - 3,50 adalah memuaskan
2) IPK 3,51 - 3,75 adalah sangat memuaskan, dengan ketentuan masa
studi sebanyak-banyaknya lima semester dan nilai ujian tesis
sekurang-kurangnya B
3) IPK 3,76 - 4,00 adalah cumlaude, dengan ketentuan masa studi
sebanyak-banyaknya lima semester, nilai ujian akhir magister A
dan telah mempublikasikan sekurang-kurangnya satu karya ilmiah
terkait dengan tesis pada jurnal ilmiah yang diakui oleh PPs Unhas
sebelum ujian akhir magister.
17
Pedoman Penyelenggaraan Program Magister (S2)
VI. EVALUASI PUTUS STUDI
Mahasiswa putus studi apabila mengundurkan diri atas prakarsa sendiri
atau karena alasan akademik.
1. Mahasiswa yang mengundurkan diri atas prakarsa sendiri harus secara
tertulis mengajukan surat pernyataan mengundurkan diri.
2. Mahasiswa putus studi karena alasan akademik apabila :
a. Evaluasi akhir semester pertama Indeks Prestasi tidak mencapai 2,75
b. Evaluasi dua semester pertama pada akhir semester kedua IPK tidak
mencapai 3,0
c. Tidak lulus seminar usulan penelitian, seminar hasil penelitian, dan
ujian akhir magister setelah diberi kesempatan masing-masing sekali
mengulang.
d. Evaluasi akhir masa studi IPK tidak mencapai 3,0
3. Mahasiswa yang dikeluarkan karena melakukan tindak pidana
dan/atau melanggar ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah dan
universitas.
4. Mahasiswa yang putus studi baik karena mengundurkan diri maupun
karena alasan akademik diberikan surat keterangan putus studi yang
ditandatangani oleh rektor dan transkrip akademik yang
ditandatangani oleh Asdir I dan Kepala Biro Administrasi Akademik.
5. Direktur menyampaikan peringatan tentang batas akhir masa studi bagi
mahasiwa yang belum menyelesaikan studinya pada semester 6, 7,
dan 8.
18
Pedoman Penyelenggaraan Program Magister (S2)
VII. IJAZAH, GELAR, DAN WISUDA
1. Setiap mahasiswa yang telah menyelesaikan program pendidikannya,
diberikan ijazah dan transkrip akademik.
2. Ijazah ditandatangani oleh Rektor dan Direktur.
3. Ijazah harus diambil oleh yang bersangkutan dalam kurun waktu tiga
bulan setelah wisuda. Setelah masa tiga bulan tersebut, maka PPs Unhas
tidak bertanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan ijazah tersebut.
4. Transkrip nilai akademik ditandatangani oleh Asisten Direktur I dan
Kepala Biro Administrasi Akademik.
5. Fotokopi ijazah dilegalisir oleh Direktur dan fotokopi transkrip nilai
akademik oleh Asisten Direktur I.
6. Setiap mahasiswa yang telah menyelesaikan program pendidikannya,
memperoleh derajat dan hak untuk menyandang gelar sesuai dengan
bidang ilmu yang ditempuhnya.
7. Gelar diberikan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
8. Wisuda diselenggarakan dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa
Universitas dan wajib diikuti oleh alumni.
19


Use: 0.6028