• KETUA PENGARAH


  •   
  • FileName: wpjuli2007.pdf [preview-online]
    • Abstract: KETUA PENGARAHSekretaris Perseroan Pertamina berubah.Daftar isiBudaya kinerjaWAKIL KETUA PENGARAH/(performance culture) punPENANGGUNG JAWABsedang diubah danKepala Divisi Komunikasi

Download the ebook

KETUA PENGARAH
Sekretaris Perseroan Pertamina berubah.
Daftar isi
Budaya kinerja
WAKIL KETUA PENGARAH/
(performance culture) pun
PENANGGUNG JAWAB
sedang diubah dan
Kepala Divisi Komunikasi
disempurnakan. Pertamina
PIMPINAN REDAKSI mengikis nilai-nilai lama
Toharso yang tidak relevan dan
tidak cocok lagi dengan
WAKIL PIMPINAN REDAKSI Pertamina yang berbisnis
Adiatma Sardjito total saat ini. Semua harus
berganti dengan nilai-nilai
REDAKTUR PELAKSANA yang menunjang kinerja.
Arya Dwi Paramita Contoh kecil, bagaimana
rapat yang efektif;
TIM REDAKSI bagaimana mengatasi
Nandang Suherlan, masalah dengan realistis
Urip Herdiman K., dan solusi konkret; dan hal-
Nilawati Dj. hal lain yang menunjang
operasional sehari-hari.
DESAIN GRAFIS
Termasuk me-review dasar-
Rianti Octavia
dasar kepemimpinan. Tidak
FOTOGRAFER muluk-muluk, tetapi
Dadang Rachmat Pudja, implementasinya jelas.
warta utama 6-21
Kuntoro,
Burniat Fitrantau
SIRKULASI
Ichwanusyafa,
lakon22 esai43
Herlambang
ALAMAT REDAKSI • Anie Rahmi
Jl. Perwira 2-4 Jakarta,
Ruang 301 Kode Pos 10110
• Willis Hidayat Rekrutmen Pekerja & Pertamina On the Move
Telp. 3815946, 3815966
kata mereka 24 resensi44
Fax. 3815852, 3815936
HOME PAGE
http://www.pertamina.com Siswono Yudohusudo
• Belajar dai Sistem Bisnis Amerika
hulu30 Community Development &
EMAIL • The Secret Life of Water
[email protected]
PENERBIT
Divisi Komunikasi
Produktivitas Migas
patrasiana46
hilir32 Parameter Quality
Sekretaris Perseroan
PT PERTAMINA (PERSERO) • Komikstrip : Pak Lurah & Ina
• Surat Pembaca Edisi Juli 2007
IZIN CETAK
Deppen No. 247/SK/DPHM/SIT/
tekno35 Octane Booster yang Dijual
1966, tanggal 12 April 1966
Pepelrada No. Kep. 21/P/VI/
1966 tanggal 14 April 1966
di SPBU, Efektifkah?
Redaksi menerima sumbangan
ragam37 Akumulasi ResapanBerkembangper Rumah se-Jabodetabek

• Kepribadian Anak
Air Rumah
karena Ayah
naskah dari dalam maupun
dari luar Pertamina. Naskah
ditulis dengan bahasa yang
populer dan mudah
dimengerti, satu setengah
spasi, point huruf 12, panjang
tiga setengah halaman.
Sertakan pula foto atau
ilustrasi, baik gambar ataupun
grafik yang diperlukan dan
biodata lengkap penulis
beserta no. rekening bank
atas nama penulis.
Untuk naskah yang dimuat,
kami menyediakan honor
sebesar Rp 250.000
(dipotong pajak 5%). Naskah
yang masuk menjadi milik
redaksi dan keputusan
pemuatan sepenuhnya
menjadi wewenang redaksi.
SURAT PEMBACA
Komentar Redaksi WePe yth, Pertamina. Merchandise itu mulai dari
Terima kasih atas dimuatnya artikel “Aspek-aspek Ekonomi topi, baju, jaket, t-shirt, jam, payung,
tentang WePe Kontrak Bisnis” pada WePe terbitan Mei 2007. Namun pin, ballpoint atau pena, agenda, dan
Mei 2007 demikian, saya ingin memberitahukan bahwa terjadi salah lain-lain. Dan kalau bisa, sekalian
cetak pada halaman 31 gambar proses bisnis yang “kedua” buatlah merchandise yang desainnya
kolom ke 3. Di gambar tersebut tertulis adalah Pembayaran bagus dan berkelas, jangan berkesan
dikonversi ke minyak “tanah”. Seharusnya Pembayaran di murahan dan asal bikin saja.
konversi ke minyak “mentah”. Merchandise itu sebaiknya dijual,
Atas perhatian Redaksi, saya ucapkan terimakasih. jangan diberikan gratis. Karena selama
ini yang gratis itu membuat orang
Salam, jadinya merasa dimanjakan, tidak
Gilbert Hutauruk - SBTI menghargai produk atau barang
tersebut. Selama merchandise itu dijual
Redaksi : Kami mohon maaf atas kesalahan teknis ini.• dengan harga yang pantas, saya yakin
banyak pekerja yang mau membelinya.
••• Mungkin bisa dihadiahkan untuk
Merchandise Dalam berbagai acara atau kesempatan, kami sering keluarga, saudara atau teman-temannya.
bertemu dengan mitra kerja dari perusahaan lain. Adalah
Pertamina lumrah pada saat itu seperti itu lalu dilakukan saling tukar- Wahyu Nurendro - Sawangan, Depok
menukar cenderamata. Ada cenderamata yang dibuat khusus
untuk suatu event seperti pameran tertentu, namun ada juga Redaksi : Kami sudah mengecek ke
cendera mata yang bersifat umum dan berlaku setiap saat, Koperasi Karyawan Pertamina Pusat
seperti merchandise. (Kopkarpersat). Anda bisa memilih
Alangkah bagusnya jika Pertamina (entah fungsi apa) merchandise di sana. Semoga, sesuai
membuat merchandise segala sesuatu yang berkaitan dengan dengan keinginan Anda.•
4 Warta Pertamina, Juli 2007
Warta Redaksi Mukadimah
MENYEMPURNAKAN
K ultur? Budaya? Aih, betapa banyak-nya definisi
mengenai budaya, ke- budayaan, atau kultur
M
enyadari wilayah budaya yang Akhir cerita A. Faisal, kilang bisa diper-
(culture). Wartawan senior yang concern terhadap begitu luas, Pertamina memba- baiki sesuai target yang ditetapkan Direktur
kesenian, Sides Sudyarto DS bilang bahwa definisi
DS, tasi perubahan budaya yang di- Pengolahan (waktu itu) Ariffi Nawawi dan
Nawawi
kebudayaan itu berbeda-beda karena cara pan- gelarnya pada satu titik saja, yaitu perubah-
perubah- ada penghematan dalam proses lelang per-
dang orang yang berbeda-beda.
an budaya kinerja (performance culture
budaya baikan kilang tersebut.
Sides sendiri dalam tulisannya di sebuah web-
change). Budaya kinerja adalah budaya yang Cerita lain, dari perkapalan ketika para
site memilih definisi culture yang dilontarkan “ba-
mendukung ke arah terciptanya kinerja yang pekerja Pertamina berusaha menyelamatkan
pak” antropologi modern E.B. Taylor Menurut Taylor
Taylor.
lebih baik. potensi losses keuangan Pertamina sebesar 60
budaya adalah keseluruhan yang kompleks yang
meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusi- Konkretnya, hal-hal apapun yang seki- juta dolar AS pada kontrak kapal.
laan, hukum, adat, dan setiap kemampun dan kebia- ranya bisa mendukung ke arah perbaikan Menurut si empu cerita, suasana saat itu
saan lainnya yang diperoleh manusia sebagai ang- kinerja perusahaan, maka itulah yang terus adalah suasana reformasi nasional. Ketika
gota masyarakat. disempurnakan. tahun 1998 semua kontrak Pertamina di-
Karena dasarnya soal kultur ini memang terbuka Pertamina memang harus berubah. Ada review. Dari situ ditemukan potensial losses
untuk berbeda pendapat, Sides yang mengutip pen- pola-pola kinerja yang menuntut perbaikan dalam sewa perkapalan. Pertamina berusaha
dapat E.B. Taylor pun masih saja sempat-sempatnya dan penyempurnaan. Status barunya se- merenegosiasi, tapi ditolak para pihak yang
mengritik definisi sang antropolog. Dia tak sependa- bagai PT Persero pasti harus didukung bu- terlibat. Perundingan alot. “Kontrak adalah
pat kalau Taylor memasukkan agama sebagai bagi- daya sebuah perusahaan murni. kontrak, apapun tetap harus dihormati,” kata
an dari budaya. “Kebudayaan terkait dengan manu- Lalu arahnya menjadi perusahaan kelas mereka. Tapi Pertamina tidak putus asa. Ak-
sia, agama terkait dengan Tuhan sebagai sumber- dunia, pasti memerlukan perangkat pendu- hirnya dua tahun, usaha itu berhasil. Padahal
nya,” tulis Sides. kung yang memungkinkan perusahaan ini salah satu pemilik kapal sewa itu adalah
Saking banyaknya definisi, sampai-sampai ada menjadi kelas dunia. Termasuk wajah buda- orang kuat di negeri tercinta ini.
antropolog yang “iseng” menghitung dan mengum- yanya. Pertamina berhasil mengembalikan
pulkan definisi budaya yang pernah dibuat orang. Adalah menarik cerita dari Forum Ma- potensial loss tersebut dalam uang bentuk
Mereka adalah A.L. Kroeber dan Clyde Kluckhohn
Kluckhohn, nager, 6-7 November 2006 lalu di Gedung cash 49 juta dolar AS (2000 - 2010) dan 11
dua pakar antropologi Amerika Serikat. Menurut
Pertamina “Kwarnas”, Jakarta. Saat itu para juta dolar konver-si kepemilikan saham
mereka, ada 160 definisi budaya. Malah, kata me-
pejabat Pertamina diminta oleh fasilitator Pertamina di kapal itu (mulai 2009).
reka, apa yang dikumpulkannya itu belum mencakup
forum untuk menceritakan pengalaman Ada cerita lain lagi. Cerita heroik dari
seluruh lilteratur yang ada.
mengatasi suatu problem, atau cerita ten- Timor Timur pasca jajak pendapat tahun
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sendiri
mengartikan budaya sebagai sesuatu yang sudah tang pencapaian-pencapaian tertentu da-lam 1999. Banyak pihak asing masuk ke wilayah
menjadi kebiasaan yang sudah sukar diubah. tugas perusahaan. itu untuk “mengambil” peluang bisnis yang
Dari sekian definisi yang muncul, sebe-narnya Kesimpulannya, sesungguhnya Perta- ada. Terutama bisnis BBM.
ada beberapa titik yang menjadi variabel dominan mina telah memiliki budaya-budaya positif. Ketika semua hal berbau Indonesia
dan disebut hampir di setiap definisi budaya. Unsur- Misalnya cerita Direktur Pengolahan hengkang dari bumi lorosae, Pertamina justru
unsur itu adalah: Suroso yang menggambarkan betapa p-
uro bersemboyan. “Jangan sampai meninggalkan
(1) Unsur kebiasaan Bahwa yang disebut budaya
kebiasaan. ekerja Pertamina itu gigih dan rajin bekerja, kantor sampai mati sekalipun.” Bertahan,
itu adalah kebiasaan sekelompok orang. mau prihatin dalam keadaan terbatas. Setting langsung bersaing dengan orang-orang Aus-
(2) Menjadi nilai anutan Kebiasaan-ke-biasaan itu
anutan. cerita tentu di area terpencil, peda-laman tralia. Pertamina menang dan melakukan
lalu menjadi nilai anutan kelompok tersebut. Ka- di Dumai. kontrak dengan PBB yang saat itu berada di
rena para pakar yakin kultur itu dibangun dan “Satu-satunya hiburan adalah nonton pe- daerah tersebut.
terbentuk dari paradigma dan tata nilai yang sawat landing. TV-nya pun TV Malaysia. Sampai sekarang di Timor Leste aset In-
dianut. Koran pun biasanya terlambat. Setelah ko- donesia yang masih menjadi milik kita adalah
(3) Karya cipta manusia Walupun ada yang mema-
manusia. ran lecek, baru kita baca. Kita semangat se- aset Pertamina.
sukkan agama sebagai bagian dari budaya, kali bekerja di Pertamina,” tutur Suroso. Sepenggal cerita di acara Forum Manager
seperti Taylor, tapi pada umumnya pakar tidak “Orang-orang kita itu adalah pekerja pada BTP Phase I yang lalu itu mengindi-
sependapat dengan Taylor. Karya cipta itu baik
keras. Tidak kalah dengan pekerja dari Ero- kasikan banyak sisi positif yang tidak terung-
yang teraba (kebudayaan material) maupun
pa. Nasionalisme kita tinggi sekali. Orang kap. Cerita-cerita itu yang selama ini “teng-
yang tidak teraba (kebudayaan nonmaterial).
Pertamina tidak boleh kalah,” tutur Suroso. gelam” dalam stigma negatif Pertamina.
(4) Mudah diidentifikasi sebagai jati diri komunitas
Bekerja unlimited karena harus mengejar Orang pun tidak ada yang tahu. Bagaimana-
tertentu Normal, sebuah kebiasaan kolektif
tertentu.
yang menjadi nilai anutan kolektif, akan mudah target waktu. “Hingga siang bekerja untuk pun, titik-titik ini yang menjadi potensi atau
diidentifikasi sebagai ciri khas komunitas yang kilang eksisting. Sorenya bekerja untuk pro- modal dasar bagi Pertamina untuk mendunia.
menganut nilai budaya tersebut. yek. Kita melihat berapa yang kita terima, Nina Nurlina Pramono GM Pertami-
Nurl
urlina Pramono,
Selain definisinya yang beragam, wilayah bu- karena waktu itu sudah cukup. Bekerja di na Learning Center erujar, “Pekerjaan-pe-
daya pun sungguh luas. Namun J.J. Hoenigman Dumai gaji kita itu boleh dikatakan tidak kerjaan yang baik sudah dilakukan oleh be-
merangkum wujud budaya itu dalam tiga hal saja, kepake,” tutur Suroso lagi. berapa orang, tetapi untuk perubahan selu-
yaitu: gagasan, aktivitas, dan artefak. Ada lagi cerita Direktur Pemasaran dan ruh budaya, beberapa orang itu tidak cukup.”
Lalu di mana letak budaya korporat? Bagai- Niaga A. Faisal yang menggambarkan be-
Faisal Dalam arus perubahan Pertamina me-
mana budaya korporat Pertamina? Perubahan buda- tapa kuatnya rasa confident orang-orang Per- nuju kelas dunia, tidak cukup nilai-nilai
ya seperti apa yang dilakukan Pertamina? tamina ketika mengatasi problem di Kilang positif dan baik itu dilakukan oleh hanya
WePe edisi ini membahas budaya Pertamina Balik-papan. Orang Pertamina tidak mudah sebagian pekerja dan pimpinan saja. Harus
yang sedang berubah. Selamat mengikuti. Terima- digertak oleh orang-orang asing yang mau merata. Oleh karenanya, perubahan budaya
kasih. Wassalaam.• (Redaksi)
Redaksi) menangguk keuntungan di balik kerusakan di perusahaan ini tidaklah berawal dari nol,
kilang tersebut. melainkan sebagai bentuk penyempurnaan.•
Warta Pertamina, Juli 2007
5
WUtama
arta
MENUJU
Pertamina berubah. Budaya
kinerja (performance culture) pun
sedang diubah dan
PRODUK
disempurnakan. Pertamina
mengikis nilai-nilai lama yang
tidak relevan dan tidak cocok
lagi dengan Pertamina yang
berbisnis total saat ini. Semua
harus berganti dengan nilai-nilai
CEPAT, D
yang menunjang kinerja. Contoh
kecil, bagaimana rapat yang
efektif; bagaimana mengatasi
masalah dengan realistis dan
solusi konkret; dan hal-hal lain
yang menunjang operasional
sehari-hari. Termasuk me-review
dasar-dasar kepemimpinan.
Tidak muluk-muluk, tetapi
implementasinya jelas.
6 Warta Pertamina, Juli 2007
U ZONA
KTIF, EFEKTIF,
DAN EFISIEN
Role Model: Diskusi mengenai
keteladanan (role model)
peserta workshop disaksikan
Deputi Direktur Pengolahan Edi
Setianto (berdiri, berkemeja)
dan Deputi Direktur
Pengembangan SDM dan
Foto : BFR/Dok. Pertamina
Organisasi Rukmi Hadihartini
(berdiri, dua dari kanan), di
Lantai M Kantor Pusat
Pertamina.
Warta Pertamina, Juli 2007
7
WUtama
arta
cang, berdasarkan senioritas, apakah kemam- negara “dipaksa” mengikuti ketentuan organi-
puan seseorang yang sangat prima dengan sasi perdagangan dunia, World Trade Organi-
kinerja yang sangat baik, plus prestasi kerja di- zation (WTO) dan arus The General Agreement
K
etika WePe mencermati dari waktu
ePe akui, harus menunggu lama hingga usia me- on Tariff and Trade (GATT).
ke waktu forum-forum workshop dan rambat ke kepala lima, baru mendapatkan Semua negara mesti mengikutinya, tidak
beberapa pertemuan yang diseleng- kepercayaan? terkecuali Indonesia. Tidak bisa tidak? Ya,
garakan Tim Transformasi Pertamina, juga Itulah salah satu contoh budaya yang tidak karena situasinya sudah mengarah pada pem-
berbincang-bincang dengan para anggota tim mendukung kinerja perusahaan dan kinerja bentukan kelompok perdagangan.
di Lt. II Gedung Utama, Kantor Pusat — mar- individu atau tim. Menurut Anda, apakah bu- Perjanjian Uni Eropa (Treaty of European
kasnya tim — satu titik yang terekam adalah daya seperti itu dibiarkan saja atau harus di- Union) di Maastrich, Belanda, tahun 1992,
perubahan itu adalah sesuatu yang bisa dila- ubah? mewujudkan wilayah Eropa sebagai “satu wi-
kukan dan diterapkan; sesuatu yang mem- Itu baru satu urusan. Bagaimana dengan layah.” Satu kesatuan ekonomi, keuangan,
berikan dampak keuangan; dan segala sesuatu 1001 urusan lain yang ada di Pertamina yang perdagangan, perbankan, industri, pertanahan
yang mendukung kinerja perusahaan. sudah tidak cocok lagi dengan masa kini dan dan keamanan.
Berubah hari ini juga, penyempurnaan mendatang? Masyarakat Ekonomi Eropa ini faktanya
sambil berjalan, sangat terasa sekali. Persiapan Sebanyak 18.745 pekerja pasti berkepen- justru menciptakan cara proteksi sendiri. Isu
perlu, tetapi proses persiapan justru tidak tingan dengan urusan Pertamina, karena pe- lingkungan hidup dan hak asasi manusia
menjadi proses yang teramat panjang penuh kerja bagaimanapun memiliki kewajiban mo- menjadi koridor mereka. Makanya sebagian
wacana dan perdebatan. ral memikirkan perusahaan. Maju perusahaan, ekspor Indonesia ke negara-negara terkendala
Anda berkata: “Kita harus profesional!” akan berdampak ke segala sisi. Begitupun kalau seperti gamen dan kayu, serta barang kerajinan.
maka harus segera dijabarkan ‘profesional’ yang terjadi kemunduran, para pekerja lambat atau Di Amerika Utara muncul kelompok NAF-
Anda maksud itu seperti apa. cepat akan merasakan juga dampaknya. TA (Nort America Free Trade Agreement) tahun
Kalau Anda bilang untuk “jangka pendek,” Hari ini Pertamina kuat dan terbesar di 1992.
kalimat Anda belum sempurna, karena kata- jajaran BUMN. Apakah kalau tidak berbenah Sementara di Asia Tenggara terbentuk
katanya harus konkret. Misalkan sebutkanlah, diri, perusahaan ini akan terus menjadi kuat AFTA (ASEAN Free Trade Area). Dan untuk
“dalam waktu enam bulan ke depan.” seperti sekarang? Asia Pasifik Indonesia pun harus bergabung
Anda mempunyai masalah? Kita kutip saja pendapat Menteri ESDM dengan APEC (Asia-Pacific Economic Coopera-
Jangan coba-coba memperbaiki semua Poernomo Yusgiantoro ketika meresmikan
oernomo usgiantoro antor tion). APEC yang merupakan komitmen untuk
masalah dalam waktu yang sama, tetapi jangan Pertamina Way, 16 Juni 2007. perdagangan bebas, investasi, dan reformasi
pula Anda memformulasikan masalah terlalu “Pada waktu itu saya katakan, kalau Perta- ekonomi di wilayah Asia Pasifik didirikan 1989.
sempit. Yang penting, bisa mengatasi masalah mina tidak berbenah diri dan menyikapi ma- Situasi ini yang menyeret Indonesia meng-
secara realistis. suknya pemain-pemain baru, Pertamina pada ubah konstelasi ekonomi dan bisnisnya. Glo-
Di luar itu, jangan sepelekan waktu Anda jangka menengah dan jangka panjang akan balisasi telah memaksa semua penghuni bumi
yang terbuang sia-sia karena mengikuti se- tenggelam,” katanya. untuk mengubah diri. Suka tidak suka, mau
rangkaian rapat yang tidak efektif. Di Jakarta, sekarang, ada SPBU Shell dan tidak mau.
Dari sebuah survei internal Pertamina, Petronas. Beberapa perusahaan asing lain sudah
diperoleh hasil bahwa 20 persen lamanya rapat bersiap-siap hendak membuka gerainya di MEMANG HARUS IKUT BERUBAH
HARUS IKUT BERUB UBAH
dipakai untuk diskusi tanpa keputusan atau Indonesia. Sejak 1994 Pertamina sudah merasakan
tanpa tindak lanjut. Kedatangan Shell dan Petronas di bisnis arus perubahan tersebut. Restrukturisasi pun
Lalu waktu juga masih harus terbuang 5 BBM bukan tanpa musabab. Ada arus perubah- digelar saat itu. Tapi mengubah 180 ke arah 180
persen untuk menunggu peserta yang ter- an yang sedang menggelontor menyapu segala derajat bukan perkara mudah.
lambat, plus-plus lain-lain juga 5 persen. sisi kehidupan warga dunia. Dampaknya turun Yang paling terasa, lahirnya UU No. 22
Sementara waktu terbanyak (65 persen) mengalir hingga sistem terkecil di tengah ma- Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah yang
adalah laporan perkembangan terbaru. Se- syarakat dunia. menyeret setiap kabupaten dan provinsi terusik
hingga titik yang seharusnya produktif, yaitu untuk memperoleh pendapatan asli daerah
diskusi dengan pengambilan keputusan dan ARUS PERUBAHAN
ARUS PERUB UBAHAN (PAD) dari berbagai sumber.
persetujuan mengenai tindak lanjut, ternyata Sistem ekonomi sosialis runtuh menyusul Sumber daya alam migas menjadi prima-
hanya 5 persen saja! ide pembaruan perestroika yang dilontarkan dona bagi kabupaten/kota, dan provinsi yang
Ilustrasi di atas diambil WePe dari salah
ePe tahun 1987 oleh Presiden Uni Soviet (saat itu) terdapat sumber daya alam tersebut. Euforia
satu modul perubahan budaya kinerja. Mikhail Gorbachev yang mengantarkan
Mikhai Gorbachev
khail tersebut cukup merepotkan Pertamina di unit-
runtuhnya negara raksasa Uni Soviet tahun unit operasi.
MENGAPA HARUS DIUBAH?
MENGAPA HARUS DIUBAH? 1991. Juga munculnya UU No. 25 Tahun 1999
Budaya! Perubahan budaya! Giliran paham perdagangan bebas atau tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah,
Kalau sekarang ada budaya bahwa “rajin liberalisasi perdagangan versi Amerika dan serta UU No. 5 Tahun 1999 tentang larangan
tidak rajin, toh, gaji tidak berkurang, bonus kawan-kawan di negeri barat tidak terbendung. praktek monopoli dan persaingan usaha tidak
tetap diterima utuh, naik golongan pun sebagai Arus globalisasi seperti diramalkan futurolog sehat. Hal yang membawa iklim baru yang ber-
hal yang rutin,” apakah Pertamina bisa maju? John Naisbitt menjadi kenyataan.
Nais
aisbitt tentangan dengan posisi Pertamina sebagai pe-
Bisa menjadi kelas dunia? Paham ini menolak proteksi, monopoli, megang monopoli pengusahaan migas di In-
Kalau jabatan ditentukan dengan urut ka- dan oligopoli dalam perdagangan. Negara- donesia.
8 Warta Pertamina, Juli 2007
Foto : BFR/Dok. Pertamina
Workshop Culture Change : Ada kondisi budaya kinerja di
Cultu Ch
ultur
Pertamina yang harus diperbaiki. Untuk itu diperlukan skill-skill
praktis yang bisa diterapkan dalam operasional sehari-hari. Skill-skill
praktis itu yang di-workshop-kan. Champion Transformasi Pertamina
Ferederick ST Siahaan selalu menekankan perubahan praktis.
UU No. 44 Prp Tahun 1960 dan UU No. 8 berubah secara cepat. Bagaimana bisa bertahan pembukaan pasar bebas. Menurutnya kalau
Tahun 1971 yang memberikan keistimewaan dengan status quo kalau situasi eksternalnya dengan kondisi sekarang — belum benar-benar
kepada Pertamina sebagai pemegang monopoli seperti itu? siap — kita akan mengalami banyak sekali
pengusahaan migas di Indonesia dengan Dirut Pertamina Ari H. Soemarno me-
Soemarno kesulitan. “Kita berpacu dengan waktu. Semua
sendirinya harus diubah dan disesuaikan. nyadari gerak perubahan dengan segala kele- kita harus secepat mungkin menyesuaikan.
Terbit UU No. 22 Tahun 2001 adalah kon- mahan dan budaya masa lalu sulit dipaksa Memang berat,” katanya berharap.
sekuensi dari perubahan nasional yang ada. dengan lebih cepat lagi. Tapi Ari H. Soemarno
Konstelasi yang berubah yang lalu diikuti oleh tetap menekankan harus cepat. MENDUNIA: PILIHAN!
perubahan regulasi akhirnya memaksa Perta- “Kita memerlukan pengertian seluruh Sejak medio 2006 Pertamina melakukan
mina juga berubah. pekerja, bahwa ini perlu cepat. Kalau kita tidak percepatan transformasi atau restrukturisasi.
Sisi tuntutan masyarakat juga ikut me- berubah sekarang, kapan?” Karena selama 11 tahun (1994 - 2005) gelin-
maksa perusahaan ini untuk berubah, bahkan Secara konkret Dirut menunjuk satu hal, dingan restrukturisasi terasa merayap lamban.
Warta Pertamina, Juli 2007
9
WUtama
arta
kilang-kilang perusahaan kelas dunia. berfokus pada pelanggan?
Dibandingkan dan dituntut untuk tampil Stigma paling parah yang ditunjukkan ke
seperti perusahaan kelas dunia. Cita-cita men- muka Pertamina adalah KKN! Begitu melekat
Tapi memang banyak sisi yang uncontrolable jadi perusahaan kelas dunia ditetapkan oleh dan mencoreng.
Pertamina. Misalnya saja sisi regulasi — sebe- Pertamina tidak sebatas keinginan dan utopia. Stigma itu sekarang dibalik 180 derajat
lum terbit UU No. 22 Tahun 2001 — menjadi Adalah pilihan di tengah persaingan, apakah dalam program konkret Pertamina Clean. Dirut
“penahan” gerak perubahan Pertamina. menjadi perusahaan kecil tapi terombang- Ari H. Soemarno langsung mempelopori pro-
Lalu sisi customer focus atau customer ambing dan terseret-seret, atau sekalian saja gram yang satu ini.
satisfaction yang seharusnya dianut oleh seluruh jadi pemain dunia tapi mantap dan kuat? Selain itu budaya melayani juga sedang
pekerja Pertamina tidak gampang diterapkan. Karena posisi Pertamina di jajaran peru- terus digalakkan di internal Pertamina. Contoh
Mental birokrat yang bekerja di perusahaan sahaan kelas dunia masih perlu menaikkan yang sudah terasa adalah program Pertamina
pemegang monopoli terlalu biasa didatangi level. Dirut Ari H. Soemarno pernah membe- Way yang merupakan konsep perbaikan
orang. Tak ada kata melayani. berkan perbandingan belanja modal (capital pelayanan di SPBU Pertamina dengan memakai
Pertamina yang saat itu bergerak lamban expenditures atau capex) yang dibuat oleh standar dunia.
dengan organisasi yang gemuk dan SDM yang McKinsey, atas BUMN dan perusahaan- Ini hendak membalikkan budaya masa lalu
melimpah ruah (tahun 1994 sekitar 45 ribu perusahaan swasta negara lain dalam kurun yang cenderung ingin dilayani, feodalistis, dan
pekerja), bukan hal gampang menyulapnya 2003 - 2005. tertutup. Ketika masih monopoli pengusahaan
menjadi organisasi ramping dan lincah. Capex Pertamina sebesar 0,6 miliar dolar migas di Indonesia perilaku seperti itu tak
Sekarang pekerja Pertamina tinggal 18.745 AS. Sementara perusahaan BUMN dan swasta terasa dampaknya Tetapi sekarang?
orang (status 1 Januari 2007). Sukses melakukan di berbagai negara berkisar antara 1,9 miliar “Coba berlaku seperti itu sekarang, pem-
rasionalisasi melalui pensiun alamiah dan dolar AS hingga 16,0 miliar dolar AS. beli akan lari ke perusahaan lain,” ujar Kepala
pensiun atas permintaan sendiri (APS) telah “Oleh karena itu, kapasitas bersaing kita Divisi Komunikasi Toharso
oharso
so.
mengubah wajah perusahaan ini lebih efisien terbatas,” kata Ari H. Soemarno (WePe Agustus
WePe Kehadiran perusahaan pesaing di penjualan
dan lincah. 2006). pelumas, BBM, dan mungkin nanti LPG, harus
Namun sukses di sisi pengurangan kuan- Ini sekadar contoh pembanding, betapa dihadapi dengan pola pikir dan perilaku yang
titas tidak serta-merta diikuti perubahan kua- Pertamina masih harus membangun diri lebih sebaliknya dari pola pikir dan perilaku masa
litas. Kompetensi barangkali SDM Pertamina besar lagi. Trend yang terjadi sekarang adalah lalu.
tidak diragukan. Tapi budaya kerja yang men- perusahaan migas tidak berkutat hanya di “Kita harus mendekati konsumen dan ca-
dukung PT Pertamina (Persero) yang sedang dalam negeri. SPC Singapura, Petronas lon konsumen. Ayo kita keluar, datangi mereka,
menanjaki jalan kelas dunia, itulah yang kali ini Malaysia, dan PTT Thailand, atau PetroChina hubungi mereka,” kata Toharso mengajak.
menjadi gawean tidak gampang perusahaan ini. adalah sekadar contoh. Melayani konsumen! Itu yang sekarang
Kinerja perusahaan lumrah diukur dari Tapi jangan sepelekan Pertamina juga. digerakkan oleh Pertamina. Budaya melayani
kinerja keuangan. Seberapa besar EBITDA, Direktorat Hulu sudah merambah ke banyak tak hanya di pemasaran dan niaga, tetapi juga
produksi berapa juta per barel per hari, dan negara, dari mulai Libya, Irak hingga penja- di fungsi-fungsi lain yang bersifat berhubungan
lain-lain. Output-nya Pertamina selalu untung jakan di Sudan dan Ecuador. Kemudian dalam dengan eksternal.
dan memberikan kontribusi besar kepada bentuk kerja sama tripartit di Vietnam dan Tak hanya itu, Pertamina pun sedang me-
Negara. Malaysia bersama Petronas dan PetroVietnam. ngembangkan budaya baru dalam hal keledanan
Tahun 2004 Pertamina memberikan divi- Untuk hilir Pertamina kerja sama dengan (role model) kepemimpinan. Budaya perubahan
den sebesar Rp 4 triliun. Sementara tahun 2006 SK Corporation untuk pemasaran pelumas di wajib didukung oleh contoh dari atas, yaitu
Rp 11,95 triliun! Fantastis! Atau separuh dari Pakistan. pimpinan.
jumlah income Pemerintah dari sektor BUMN. Tak mudah membangun perusahaan besar. Paradigmanya, semua individu pekerja
Untuk setoran dari kegiatan hulu, yaitu Tapi bukan tidak mungkin. Presiden Susilo adalah pemimpin dari mulai pemimpin untuk
pendapatan negara bukan pajak (PNBP) tahun Bambang Yudhoyono ketika berkunjung ke diri sendiri sampai pemimpin tim, fungsi, dan
2004 sebesar 332 juta dolar AS, lalu 2005 526 Pertamina, 14 Juni 2006, menghembuskan sete


Use: 0.271